Secara esensial. Politik merupakan aspek
kehidupan yang mempunyai nilai-nilai luhur dan pundamental. Hal ini karena
politik merupakan ruang public dan merupakan pola managemen kolektif tempat
bertemunya beragam kepentingan dan anspirasi manusia. Pada dasarnya, karakter
manusia adalah keinginan untuk hidup bersama secara sejahtera dan adil. Manusia
manapun tidak mungkin untuk hidup sendiri, karena pasti akan membutuhkan
manusia yang lainya untuk menjalani hidup sehari-hari. Seseorang bias eksis
karena terkait dengan teman, keluarga, dan sebagainya. Dan ini sebenarnya adalah
salah satu esensi dan fungsi politik yakni berbagi kerja untuk kemaslahata
bersama.
Sunday, September 15, 2013
Esensi Politik : Dalam Bentuk Iklan.
Proses terjadinya Manusia menurut Al-Qur'an dan Al Hadist
Ketika berbicara tentang manusia,
Al-Qur’an menggunakan tiga istilah pokok. Pertama, menggunakan kata yang
terdiri atas huruf alif, nun, dan sin, seperti kata insan,
ins, naas, dan unaas. Kedua, menggunakan kata basyar. Ketiga,
menggunakan kata Bani Adam dan dzurriyat Adam.
Menurut M. Quraish Shihab, kata basyar
terambil dari akar kata yang bermakna penampakan sesuatu dengan baik dan
indah. Dari akar kata yang sama lahir kata basyarah yang berarti kulit.
Al-Qur’an menggunakan kata basyar sebanyak 36 kali dalam bentuk tunggal
dan sekali dalam bentuk mutsanna untuk menunjuk manusia dari sudut
lahirnya serta persamaannya dengan manusia lainnya. Dengan demikian, kata basyar
dalam Al-Qur’an menunjuk pada dimensi material manusia yang suka makan, minum,
tidur, dan jalan-jalan. Dari makna ini lantas lahir makna-makna lain yang lebih
memperkaya definisi manusia. Dari akar kata basyar lahir makna bahwa
proses penciptaan manusia terjadi secara bertahap sehingga mencapai tahap
kedewasaan.
Allah swt.
berfirman:
Friday, September 13, 2013
Asal-Usul Penciptaan Manusia
Al-Qur’an telah memberikan informasi
kepada kita mengenai proses penciptaan manusia melalui beberapa fase: dari
tanah menjadi lumpur, menjadi tanah liat yang dibentuk, menjadi tanah kering,
kemudian Allah swt. meniupkan ruh kepadanya, lalu terciptalah Adam a.s. Hal ini
diisyaratkan Allah dalam Surah Shaad [38] ayat 71-72 yang artinya :
"(Ingatlah)
ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan
manusia dari tanah. Maka, apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan
kepadanya ruh (ciptaan)-Ku, maka hendaklah kamu menyungkur dengan bersujud
kepadanya.” (Q.S. Shaad [38]: 71-72.)”
Perhatikan
juga firman Allah dalam Surah al-H{ijr [15] ayat 28-29 yang artinya :
“Dan
(ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku
akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari
lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka, apabila Aku telah menyempurnakan
kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah
kamu kepadanya dengan bersujud.” (Q.S. al-Hijr [15]: 28-29).
Subscribe to:
Posts (Atom)
