Showing posts with label Cerpen. Show all posts
Showing posts with label Cerpen. Show all posts

Saturday, August 29, 2015

KEKASIH IMPIAN

Kisah ini berawal dari Nisa seorang bunga sekolah di sebuah sekolahnegeri yang terkenal.Nisa adalah gadis yang sangat cantik,pinter dan sangat dicintaiFendi secara diam-diam.Fendi,Nisa,Wara dan Ayu adalah teman dekat sejak kecil.Sakingdekatnya....Tak terasa didalam hati Fendi timbul rasa cinta kepadaNisa.Perasaan itu tak lansung diungkapkan karena Dia merasa takut persahabatanmereka akan hancur berantakan.

Disisi lain Wara juga begitu,Dia suka sama Ayu tapi Ayu malah menyimpanrasa kepada Fendi akan tetapi Dia tidak berani mengungkapkannya.Suatu waktuFendy pun menulis sebuah cerita yang ia tempel di mading.Sejak saat itu pulaFendy menulis ceritanya yang berjudul Kekasih Impian.Fendy ingin mengungkapkanperasaannya kepada Nisa lewat sebuah cerita yang tersusun dengan Indah.Setelahbeberapa hari Cerita tersebut di muat di mading sekolah.

Saturday, November 2, 2013

Sebatang Kara


Siang hari yang mencekal, dengan sinar mentari yang tak seperti biasanya. Menandakan pertanda awal musim kemarau  telah tiba. Rasa dahaga melonjak tinggi,tenggorokan mengering, tubuh seketika dibasahi keringat yang bercucuran hingga baju menjadi basah karena kringat.
Dari kejauhan, terlihat dua bocah membersihkan tanaman singkong dipekarangan rumahnya.Kedua anak tersebut adalah Yono dan Ridho, dua anak bersaudara yang kini telah menjadi yatim piatu. Kedua orang tuanya meninggal ketika mereka berdua masih kecil. Kedua orang tuanya meninggal dalam peristiwa tabrak lari dua tahun silam.  Yono dan Ridho  kemudian diasuh oleh neneknya yang sudah tua dan sering kali sakit-sakitan.

GADIS BERKACA MATA



            Mentari bersinar cerah, teriknya lumayan tak panas, tak sepanas terik dimusim kemarau, yang membuat tanah kekeringan dan debu bertebaran disepanjang jalan, mengepul bagai debu dari letusan gunung berapi.
            Waktu berjalan begitu cepat, tak tersadari kini aku mulai beranjak semakin dewasa, meninggalkan umur tujuh belas tahun. Meninggalkan sejuta kenangan pondok yang terus menimbulkan kerinduan. Kini masa SMA telah berlalu dan masa kampus telah menanti dan melambai-lambai didepan mata. Dan kini aku harus pergi meninggalkan perkarangan rumah menuju daerah yang tak pernah kujemahi didalam hidupku.
            Begitu berat rasa hati meninggalkan bunda, jauh melangkah meninggalkannya. Hingga dua pulau membentang menjadi penghalang dengan tanah kelahiran. Tanah yang ku anggap sebagai tanah surga, dengan keindahan alam, pesisir pantai nan indah dari semenanjuk selong sampai kute[1]. Ditambah dengan udara nan segar, dari pohon-pohon yang berdiri kokoh dan lebat.

Monday, September 9, 2013

PERISTIWA BERDARAH


PERISTIWA BERDARAH
Oleh : Khaza @lifa


            Ratusan petani berkumpul gembira, menyambut perayaan hari petani sedunia. Lantunan suara Gong dan gamelan mengarungi perayaan diatas gulungan tanah sengketa. Suasana begitu menggembirakan, puluhan anak-anak kecil, nenek-nenek hingga bocah kecil jagoan sang surya turut menghadiri acara tersebut.
            Beberapa lama terlah berlalu, jam dipergelangan tangan telah menunjuk jam 08:30. Deretan baris para polisi seketika tiba mengelilingi penyelenggaraan acara tersebut. Tak ada yang hawatir ataupun takut, tak mungkin juga harus ditangkap, perayaan tersebut juga telah diizinkan oleh sang Mabas Polri. Suara semakin menggiur dengan datangnya beberapa track yang berisi para petani dari berbegai daerah yang bertujuan sama. Memperingati hari Tani sedunia.
            Ku turut menikmati lantunan lagu yang begitu indah, dengan lagu daerah yang dilantunkan, semua orang menjadi larut dalam kebahagiaan termasuk aku dan kedua rekan mahasiswa ku.
            Suasana tiba-tiba mencekal batin, ketika semakin banyaknya para polisi yang datang, dengan membawa pasokan brimob yang dilengkapi dengan senjata api diiringi dengan satu pansher gas air mata. Tak sedikitpun hati ku merasa kecut, karena pikir ku, mereka akan menjaga acara yang para petani gelar diatas tanah sengketa tersebut.
            Setengah jam telah berlalu, suasana masih seperti biasa. Namun seketika dalam pertengahan detik pertama, suana langsung berubah derastis. Tembakan para polisi menggiurkan batin, kami dibubarkan secara paksa, tenda yang kami bangun dengan sejuta semangat yang membara seketika dirobohkan. Ratusan peluru meluncur seakan mengejar, hingga beberapa orang terkapar, mengeluarkan darah ditanah perjuangan.
            Sesegera mungkin ku selamatkan anak-anak tak berdosa dan nenek-nenek tak berdaya meninggalkan serangan dari karib sendiri. Kami diserang dengan sekutu sendiri. Seakan teman menjadi lawan.
            Kami para mahasiswa dan petani mencoba melawan, dari kejamnya penguasa yang dzalim. Dengan bambu runcing yang diasah dengan semangat. Sekitika aku membayangkan bahwa aku tengah berada dimasa penjajahan, namun yang menjadi lawan bukanlah musuh yang patut diusir, namun yang berdiri didepan kami adalah ratusan kawan yang menjadi lawan.
            Kekejaman sang penguasa membabi buta, orang-orang tak bersalah ditembaki dengan ratusan butir peluru, sedang para koruptor tertawa terbahak-bahak memakan hak milik rakyat. Sungguh kejam.
            Kini telah puluhan orang terkapar ditanah lapang peninggalan nenek moyang, pansnya peluru menusuk tubuh, memberi duka yang begitu dalam. Dengan orang yang masih tersisa dalam semangat, kami memperjuangkan hak milik rakyat. Khususnya para petani.
            Seketika peluru karet menusuk dada,tetesan darah bercucuran memerahkan kemeja putih yang ku kenakan, akupun terkapar dan tak berdaya. Gugur dalam perjuangan membela rakyat. Dari kejamnya para penguasa yang dzalim.
           




Menitari 26 september 2012

Sunday, September 8, 2013

BERAWAL DARI FACEBOOK

Oleh : Khaza @lifa

Tahun 2012, tepatnya pada Bulan April, Rio membuka lembaran baru didalam hidupnya. Lembaran lama seakan telah sepenuhnya ia lupakan. Kini ia telah menerima takdir cintanya yang harus terpisah dengan Rita, mantan pacarnya yang memilih untuk menikah dengan orang lain ketimbang dirinya yang jauh lebih mencintai dan menyayangi Rita. Rio pun memulai semua kehidupnya dengan kembali aktif didunia maya. Dunia maya seakan menjadi suatu kegemaran yang paling ia senangi. Iapun kembali menjalankan kegemarannya tersebut dengan kembali bergelut didunia maya, khususnya media sosial.

GALAU

Oleh : Khaza @lifa



Ku mencoba menuliskan sepenggal demi sepenggal kalimat-kalimat diatas sebuah kertas putih dengan goresan tinta yang dipenuhi semangat, berharap datangnya Inspirasi disiang bolong. Namun penyakit remaja melanda ketika kucelupkan Goresan pena diatas tinta yang berwarna hitam. Penyakit kegalauan memang kini tengah melanda setiap insan manusia. Dari yang muda hingga yang tua, dari presiden,ustadz,guru dan bahkan tukang becak sekalipun. Dan pada akhirnya menebar dari sabang sampai merauke dan bahkan mungkin diseluruh dunia. Entah siapa yang membuat hal ini menjadi berkembang dengan pesatnya. Tak seoarangpun mengetahui asal mula dari kata galau tersebut.

Bagaimana Isi Blog ini ?